Analisis Spasial Faktor Lingkungan terhadap Kejadian Kusta di Kota Surabaya, Indonesia

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.32922/jkp.v14i1.1343

Kata Kunci:

Kepadatan Hunian, Kepadatan Penduduk, Kusta, Sanitasi Aman

Abstrak

Latar belakang: Kusta merupakan penyakit tropis terabaikan (neglected tropical disease) dengan beban morbiditas tinggi, terutama pada kelompok termarjinalkan. Penularan kusta dipengaruhi kontak erat serta kondisi lingkungan. Distribusi secara spasial cocok untuk memvisualisasikan kasus kusta karena penularannya berhubungan dengan kondisi lingkungan.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara spasial distribusi dan hubungan faktor kepadatan penduduk, akses sanitasi aman, dan kepadatan hunian dengan kejadian kusta di Surabaya tahun 2024.

Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain studi ekologi. Teknik pemilihan sampel menggunakan total populasi, yaitu seluruh Kecamatan di Kota Surabaya. Data diperoleh dari Profil Kesehatan Kota Surabaya 2024, meliputi total kasus kusta, kepadatan penduduk, akses sanitasi aman, dan kepadatan hunian. Data dianalisis secara spasial dan dilakukan analisis regresi linier berganda.

Hasil: Pola distribusi spasial menunjukkan kasus tidak tersebar secara homogen. Kepadatan hunian berhubungan secara positif dan signifikan terhadap jumlah kasus kusta (β = 9,707; p = 0,027). Kepadatan penduduk (β = 0,000055; p = 0,297) dan akses sanitasi aman (β = -0,083; p = 0,131) tidak berhubungan secara signifikan.

Kesimpulan: Kepadatan hunian berperan penting terhadap kejadian kusta. Oleh karena itu, intervensi pengendalian kusta perlu difokuskan pada peningkatan kualitas hunian, deteksi dini kontak serumah, serta penguatan surveilans berbasis keluarga di tingkat kecamatan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Lucia Yovita Hendrati, Universitas Airlangga

Kepala Divisi Epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Referensi

1. Grijsen ML, Nguyen TH, Pinheiro RO, Singh P, Lambert SM, Walker SL, et al. Leprosy. Nat Rev Dis Prim. 2024;10(1):90.doi: 10.1038/s41572-024-00575-1

2. World Health Organization. Leprosy (Hansen Disease) [Internet]. 2023. Available from: https://www.who.int/health-topics/leprosy#tab=tab_1

3. Prameswari A. Gambaran Epidemiologi Penyakit Kusta di Provinsi Jawa Timur Tahun 2022. Media Publ Promosi Kesehat Indones. 2024;7(6):1495–9. doi : 10.56338/mppki.v7i6.5119

4. World Health Organization. Leprosy- Fact Sheets [Internet]. 2026. Available from: https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/leprosy?

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes Pastikan Stok Obat Kusta di Papua Barat Aman [Internet]. 2025. Available from: https://kemkes.go.id/id/kemenkes-pastikan-stok-obat-kusta-di-papua-barat-aman

6. Viola L, Armawan A, Farah N, Maulidayanti S, Tanjung A. Kajian Durasi Pengobatan dan Dampaknya terhadap Anemia serta Profil Hematologi pada Penderita Kusta Multibasiler. J Pengabdi Masy dan Ris Pendidikan. 2025;4(1):5311–6. doi: 10.31004/jerkin.v4i1.2590

7. Kemenkes. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2024. 2025.

8. Putri D, Widia Y, Alinda M, Romadhon P. The Role of Environmental Factors in Supporting the Spread of Leprosy in Dr Soetomo Hospital. Int J Heal Sci Med Res. 2026;5(1):29–44. doi: 10.37905/ijhsmr.v5i1.32263

9. Pratiwi SI, Syamsi N, Tonowidjojo VD, Pratika M, Agni F. Reaksi kusta dan kecacatan derajat ii pada pasien morbus hansen tipe multibasiler: laporan kasus. J Med Prof. 2025;7(1):42–7.

10. Gilmore A, Roller J, Jonathan. Leprosy ( Hansen ’ s disease ): An Update and Review. Mo Med. 2023;(February):39–44. PMID: 36860602

11. Alecrin ES De, Laura A, Oliveira G De. Factors associated with the development of leprosy in Brazilian contacts: a systematic review. J Sao Paulo Inst Trop Med. 2022;(March). doi: 10.1590/S1678-9946202264055

12. Nasution A, Marsaulina I, Ashar T. Hubungan Rumah Sehat dengan Kejadian Kusta Multi Basiler di Kota Medan. MAHESA Malayahati Heal Student J. 2026;6:160–7. doi : 10.33024/mahesa.v6i2.20281

13. Dianita R. Perbandingan Determinan Kejadian Kusta pada Masyarakat Daerah Perkotaan dan Pedesaan. HIGEIA J PUBLIC Heal. 2020;4(Special 3):692–704. doi: 10.15294 /higeia.v4iSpecial%203/ 39719

14. Aidi MN, Ernawati F, Susetyo B, Retiaty F, Aya Y, Efriwati E, et al. Spatial Epidemiology of Infectious Diseases in Indonesia : Patterns , Clusters , and Environmental Determinants Keywords. J Popul Soc Stud. 2026;35(2027):88–113. doi: 10.25133/JPSSv352027.005

15. Yusuff M. Role of Geographic Information Systems ( GIS ) in Disease Mapping. 2022;10–3.

16. World Health Organization. Towards Zero Leprosy, Global Leprosy (Hansen’s Disease) Strategy 2021-2030. WHO; 2021. 1–30 p.

17. Effendy DS, Jamal TM, Lakawa SR. Review article Risk Factors Analysis of Leprosy Incidence in Coastal Areas : A Review. J Heal Sci Pharm. 2025;2(1):112–24. ISSN: 3090-6148

18. World Health Organization. Guidelines for the Diagnosis, Treatment and Prevention of Leprosy. WHO; 2018.

19. Irjayanti EL, Hadi HMC, Mahayan IMB. Gambaran Tingkat Kepadatan Hunian Kamar Dan Insiden Penyakit Yang Diderita Warga Di Banjar Lingkungan Badak Sari Tahun 2022. J SKALA HUSADA J Heal. 2022;19(2):58–64. doi: 10.33992/jsh:tjoh.v19i2.2287

20. Rini WNE, Lesmana O, Pitoyo. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di wilayah kerja puskesmas muara sabak timur kabupaten tanjung jabung timur. JAMBI Med J “Jurnal Kedokt dan Kesehatan.” 2023;11(1):41–57. doi: 10.22437/jmj.v11i1.16939

21. Azhari AR, Syaiful, Ajeng A, Putra YC. Sanitasi Lingkungan untuk Mencegah Penyakit Menular. 1st ed. Jakarta Barat: PT Optimal untuk Negeri; 2025. 1 p.

22. Iriana L, Putri R, Bubakar AHAR, Setiasih NL. Relationship between history of household contact and rate of leprosy in Central Jakarta area in 2017. Int J Community Med Public Heal. 2019;6(11):4670–6. doi: 10.18203/2394-6040.ijcmph20195038

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Naufa, N. W., & Hendrati, L. Y. (2026). Analisis Spasial Faktor Lingkungan terhadap Kejadian Kusta di Kota Surabaya, Indonesia. JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG, 14(1), 113–121. https://doi.org/10.32922/jkp.v14i1.1343

Terbitan

Bagian

Articles

Citation Check