Pengaruh Penambahan Tinta Cumi-Cumi (Loligo sp.) sebagai Pewarna Makanan terhadap Tingkat Kesukaan Mi Kering
DOI:
https://doi.org/10.32922/jkp.v14i1.1351Keywords:
mi kering, tingkat kesukaan, tinta cumi-cumiAbstract
Latar belakang: Tinta cumi-cumi (Loligo sp.) dapat juga berfungsi sebagai antikanker, anti tumor, dan anti bakteri. Mi kering merupakan salah satu produk yang tidak asing sebagai bahan pangan utama maupun bahan pangan pelengkap. Salah satu cara meningkatkan strategi pemasaran melakukan modifikasi dengan menambahkan tinta cumi-cumi sebagai pewarna makanan.
Tujuan: untuk mengetahui pengaruh penambahan tinta cumi-cumi sebagai pewarna alami terhadap tingkat kesukaan mi kering.
Metode: Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan yaitu pembuatan produk mi kering yang ditambahkan tinta cumi-cumi menjadi 4 formulasi dengan 1 kali pengulangan dan penilaian tingkat kesukaan terhadap aspek warna, aroma dan tekstur yang dilakukan dengan uji organoleptik pada panelis semi terlatih sejumlah 30 orang.
Hasil: Mi kering dengan penambahan tinta cumi-cumi dibuat menjadi empat formulasi dengan perbedaan komposisi terletak pada jumlah tinta cumi-cumi yang digunakan. F0 sebagai formula dasar tidak ditambahkan tinta cumi-cumi sedangkan F1 mengandung 1 ml tinta cumi-cumi, F2 mengandung 3 ml dan F3 mengandung 6 ml tinta cumi-cumi. Karakteristik mi kering yang mengalami perubahan paling menonjol adalah pada warna yang semakin menghitam sejalan dengan semakin banyaknya tinta cumi-cumi yang ditambahkan. Hasil uji tingkat kesukaan pada aspek warna, aroma dan tekstur menunjukkan bahwa mi kering yang paling disukai adalah F3 dengan skor rata-rata berturut-turut senilai 4,5, 3,5 dan 3,8. Produk F3 merupakan produk mi kering dengan jumlah penambahan tinta cumi-cumi yang terbanyak yaitu 6 ml.
Kesimpulan: Formula F3 merupakan formula produk yang paling disukai pada aspek warna, aroma, tekstur dan secara keseluruhan
Downloads
References
1. Agusandi AS, Shanti DL. Pengaruh Penambahan Tinta Cumi-cumi (Loligo sp.) Terhadap Kualitas Nutrisi dan Penerimaan Sensoris Mie Basah. Jurnal Fishtech 2013; 2(1): 22-37.
2. Okuzumi M dan Fujii T. Nutritional and Functional Properties of Squid and Cuttlefish. Japan: National Cooperative Association of Squid Processors; 2000.
3. Derby DC, Mihika T, Tiffany LG, Lanna S. Ink from longfin inshore squid, Doryteuthis pealeii, as a chemical and visual defense against twopredatory fishes, summer flounder, Paralichthys dentatus, and sea catfish, Ariopsis felis. Biol Bull 2013; 225: 152-160.
4. Fitrial, Y. dan I. K. Khotimah. Aktivitas antibakteri dari melanin tinta sotong
dan cumi-cumi. JPHPI 2017; 20 (2): 266-274.
5. Girija, A. S. S., J. V. Priyadharsini., K. P. Suba., P. Hariprasad and R. Raguraman. Antibacterial effect of squid ink on ESBL producing strains of Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae. Indian Journal of Geo-Marine Sciences 2012; 41 (4): 338-343
6. Utomo, A. S., S. B. Prayitno dan Sarjito. Penambahan serbuk daun binahong (Anredera cardivolia) pada pakan terhadap respon imun, kelulushidupan dan status kesehatan udang windu (Penaeus monodon) yang diinfeksi Vibrio harveyi. Journal of Aquaculture Management and Technology 2015; 4 (3): 61-68.
7. Sando Effendi dan Thomas Santoso. Analisis Strategi Pemasaran Mie Kering Pada PT. Panca Wijaya Sentosa Food Sidoarjo. Agora 2014; Vol. 2, No. 1.
8. Kusnandar, VB. 10 Negara Paling Gemar Makan Mi Instan, Indonesia Urutan Berapa? Databoks [online]. 2022 [cited 2026 Juli 27] Available from : https://databoks.katadata.co.id/produk-konsumen/statistik/82cad95371391e7/10-negara-paling-gemar-makan-mi-instan-indonesia-urutan-berapa
9. Badan Pusat Statistik. Pola Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia Tahun 2021. BPS [online]. 2021 [cited 2026 juli 27] Available form : https://www.bps.go.id/id/publication/2012/01/09/aa0af12918cc39fa7830d57d/pola-pengeluaran-dan-konsumsi-penduduk-indonesia-2021.html
10. Choiroel Anam dan Sri Handajani. Mi Kering Waluh (Cucurbita moschata) dengan Anti Oksidan dan Pewarna Alami; 2010.
11. Alfiana, TA. Pengaruh Substitusi Tepung Sorgum Tanpa Sososh Terhadap Warna Dan Daya Patah Biskuit. Jurnal Publikasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surkarta; 2016.
12. Hadi, A. dan N. Siratunnisak. Pengaruh Penambahan Bubuk Coklat terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Organoleptik Minuman Instan Bekatul. Jurnal Action. Aceh Nutritional Journal 2016; 1 (2): 121 – 129.
13. Kim SM. Reduction and vitilization of squids wates. Korean Journal Food Science Technology 2014; 7: 1-7.
14. Anisa, Nurul Aulia. Pengaruh Substitusi Tepung Jagung Terhadap Jumlah Total Mikroorganisme dan Daya Terima pada Bolu Kukus. Jurnal Publikasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surkarta; 2016.
15. Astawan, M. Membuat Mie dan Bihun. Penebar Swadaya. Jakarta; 2003.
16. Sudha ML, Srivastava A, Vetrimani R, Leelavathi K. Fat replacement in soft dough discuits: Its implications on dough rheology and biscuit quality. Journal of Food Engineering 2007; 80(3): 922-930
17. Agusandi, Supriadi, A dan Lestari, S. D. Pengaruh Penambahan Tinta Cumi-Cumi (Loligo Sp) terhadap Kualitas Nutrisi dan Penerimaan Sensoris Mi Basah. Fishtech. Volume II, Nomor 1, November 2013
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Mesi Mesi, Karina Dwi Handini, Novidiyanto Novidiyanto, Hamdani Syahputra Ginting

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All articles in this journal are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).



