Distribusi Kejadian Kematian Neonatal berdasarkan BBLR dan Asfiksia Provinsi Jawa Timur Tahun 2022-2024
DOI:
https://doi.org/10.32922/jkp.v14i1.1345Keywords:
Asfiksia, BBLR, Kematian NeonatalAbstract
Latar belakang: Kematian neonatal adalah istilah untuk kematian yang dialami oleh bayi dalam 28 hari pertama kehidupan setelah lahir, yang terbagi menjadi dua fase, yaitu neonatal dini (0-6 hari) dan neonatal lanjut (7-28 hari). Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan kematian neonatal, misalnya asfiksia dan BBLR.
Tujuan: Menganalisis distribusi kejadian kematian neonatal berdasarkan BBLR dan asfiksia di Provinsi Jawa Timur tahun 2022-2024.
Metode: Penelitian ini dirancang dengan desain studi korelasi populasi. Populasi penelitian adalah 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Profil Kesehatan Jawa Timur tahun 2022-2024. Metode analisis data menggunakan aplikasi Quantum GIS versi 3.28.13 untuk menganalisis data secara deskriptif.
Hasil: Distribusi kejadian kematian neonatal berdasarkan BBLR dan asfiksia di Provinsi Jawa Timur tahun 2022-2024 menunjukkan bahwa adanya variasi distribusi AKN. Wilayah dengan AKN yang relatif tinggi terutama terkonsentrasi di bagian timur Jawa Timur, dan pada beberapa wilayah tersebut juga terlihat kejadian BBLR dan asfiksia yang lebih besar dibandingkan wilayah lainnya.
Kesimpulan: Distribusi kejadian kematian neonatal secara spasial di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022-2024 menunjukkan perbedaan antar kabupaten/ kota. Wilayah tertentu yang memiliki AKN lebih tinggi juga menunjukkan angka kejadian BBLR dan asfiksia yang tinggi pula.
Downloads
References
1. Astria NKR, Windasari MAC. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian neonatus di RSUD Sanjiwani Gianyar. Intisari Sains Medis. 2021;12(2):468–72.
2. WHO (World Health Organization). Newborn Mortality [Internet]. 2024. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/newborn-mortality
3. United Nations Children’s. Under-Five Mortality Rate [Internet]. 2025 [cited 2026 Mar 1]. Available from: https://data.unicef.org/country/idn/
4. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2022. 2022;
5. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2023. 2023;
6. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 [Internet]. 2024. Available from: https://dinkes.jatimprov.go.id/userfile/dokumen/PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2024.pdf
7. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2024. Buku. 2024. 14 p.
8. WHO (World Health Organization). Low Birth Weight [Internet]. 2026. Available from: https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/low-birth-weight
9. Ihsani ATZ, Hendrati LY. Peta Distribusi Kematian Neonatal terhadap Berat Badan Lahir Rendah Berdasarkan Provinsi di Indonesia. Media Publ Promosi Kesehat Indones. 2021;1(1):1–12.
10. Bangun IF, Abdiana A, Edison E. Faktor Risiko Kematian Neonatal di Kabupaten Kepulauan Mentawai. J Endur. 2019;4(1):26.
11. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mengenal Asfiksia Neonatorum [Internet]. 2023. Available from: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2746/mengenal-asfiksia-neonatorum
12. Kusumawati DD, Yunadi FD. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Kematian Neonatal Dini. J Kesehat Madani Med [Internet]. 2020;11(1):97–101. Available from: http://jurnalmadanimedika.ac.id/index.php/JMM/article/view/108
13. Erni B, Haning FLA, Kebidanan PSD iii, Kupang SM, Mortality EN, Distance P, et al. FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEMATIAN NEONATAL. AT-TAKLIM J Pendidik Multidisiplin. 2025;2:218–34.
14. Rukmono P, Anggunan, Pinili A, Madienda KDP. HUBUNGAN ANTARA ASFIKSIA DENGAN KEMATIAN NEONATAL DI RSUD DR. H. ABDOEL MOELOEK BANDAR LAMPUNG. MAHESA MALAHAYATI Heal STUDENT J. 2022;4(November):3130–54.
15. Elliott P, Wartenberg D. Spatial epidemiology: Current approaches and future challenges. Environ Health Perspect. 2004;112(9):998–1006.
16. Aanrud H. Understanding the first 28 days of life in Neonates. Pediatr Ther. 2024;14(1000579):1–2.
17. Wati S, Adi MS. Gambaran Kematian Neonatal Berdasarkan Karakteristik Ibu di Kota Semarang. J Epidemiol Kesehat Komunitas. 2020;5(2):82–7.
18. Ghita D, Yuliandini A, Reviana R. Analisis Faktor Risiko Kematian Neonatal pada Era Pasca-Pandemi di Indonesia Tahun 2025 Kematian neonatal ( 0 – 28 hari pertama kehidupan ) masih menjadi indikator penting derajat kesehatan suatu negara . Berdasarkan laporan kesehatan beberapa tahun terak. Midwife Care J. 2025;2025:17–27.
19. Sari YM. Determinan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di Rs Kencana Serang Banten Tahun 2019. J Bid Ilmu Kesehat. 2021;11(1).
20. WHO (World Health Organization). WHO Recommendations For Care of The Preterm or Low Birth Weight Infant [Internet]. 2022. Available from: https://www.who.int/publications/Overview/WHO recommendations for care of the preterm or low-birth-weight infant
21. Yulianti, Noor Z, Rahman F, Herawati, Sanyoto DD. ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (USIA IBU, PENDIDIKAN IBU, AKSES ANC): A SYSTEMATIC REVIEW. J NERS. 2025;9(4):7305–14.
22. Geopal JR, Priambodo WS. ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH: LITERATURE REVIEW. J Ilm Indones. 2025;10(11):334–47.
23. Portiarabella P, Wardhana AW, Pratiningrum M. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Asfiksia Neonatorum. J Sains dan Kesehat. 2021;3(3):538–43.
24. Zurfianti TN, Kusmintarti A. Masa Gestasi Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di Rumah Sakit Tni Angkatan Laut Dr. Mintohardjo Jakarta Pusat 2022. SINERGI J Ris Ilm. 2024;1(7):468–74.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Nailah Husna Salsabila, Lucia Yovita Hendrati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All articles in this journal are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).



