Hubungan Tingkat Stres dengan Nilai Hb pada Remaja Usia 15-17 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.32922/jkp.v14i1.1316Keywords:
Stres, Hemoglobin, Remaja, Kesehatan Mental, AnemiaAbstract
Latar Belakang: Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi kondisi fisiologis, termasuk kadar hemoglobin (Hb) pada remaja. Pada masa remaja, perubahan biologis, sosial, dan akademik meningkatkan risiko terjadinya stres yang berkepanjangan sehingga dapat memengaruhi keseimbangan hormonal dan proses hematopoiesis.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dengan nilai Hb pada remaja usia 15-17 tahun.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 70 remaja, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan nilai Hb diperoleh melalui pemeriksaan hemoglobin menggunakan metode standar laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji korelasi Spearman.
Hasil: Sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang (50,0%) dan memiliki nilai Hb dalam kategori normal (65,4%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan nilai Hb (p < 0,05), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif (p = -0,482), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat stres, semakin rendah nilai Hb pada remaja.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara tingkat stres dan nilai Hb pada remaja usia 15-17 tahun. Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam pengelolaan stres serta pemantauan kadar Hb sebagai bagian dari program kesehatan remaja.
References
1. Fiani, D., Engler, S., Ni, Y., Fields, S., & Calarge C. Iron Deficiency and Internalizing Symptoms Among Adolescents in the National Health and Nutrition Examination Survey. Nutrients,. 2024;16(21):3643.
2. World Health Organization (WHO). Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. 2024. 79 p.
3. World Health Organization (WHO). Prevalence of anaemia among adolescents [Internet]. 2025. Available from: https://www.who.int/data/gho/indicator-metadata-registry/imr-details/prevalence-of-anaemia-among-adolescents?utm_source
4. Zaman BA, Rasool SO, Sabri SM, Dhahir DM, Rasheed EA, Ahmed GM, et al. Investigating Serum Cortisol Dynamics and Cardiovascular Impacts Amid University Exam Stress: A Pre-Post Cohort Study. Acta Cardiol Sin. 2024;40(6):781–92.
5. Asrullah M, Maula AW, Frans SO, Dewi SL, L’Hoir M, Feskens EJM, et al. Sleep Quality, Depression, and the Risk of Anaemia in Adolescents Aged 10-19 Years During One Year of the COVID-19 Pandemic in Indonesia. Stress Heal. 2025;41(3):e70046.
6. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Dalam Angka. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.; 2024.
7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Program Kesehatan Masyarakat Tahun 2023. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat; 2024.
8. Oktavia N, Priatni HL, Nurhayatina R, Nurjanah N. Studi Prevalensi Dan Faktor Risiko Anemia Pada Remaja Putri Di Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan. J Sains Kesehat. 2024;31(2):93–102.
9. Simbolon O, Simamora RD, Debataraja F, Gaol CL. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Tentang Pemenuhan Gizi Terhadap Pencegahan Anemia Pada Siswi Sma Negeri 1 Sijamapolang Kabupaten Humbang Hasundutantahun 2024. J Med Kesehat Baru. 2025;2(2):111–21.
10. Ismail IU, Harahap AS, Ningsih RA. Factors Causing Anemia in Adolescent Girls at the Dr. Pirngadi Medan Regional Hospital Polyclinic. Heal Care J Kesehatan,. 2025;14(1):129–33.
11. Rahmatanti R, Pradigdo SF, Pangestuti DR. Hubungan Tingkat Stres dan Status Anemia dengan Dismenorea Primer Pada Siswi Kelas XII di SMAN 1 Nganjuk. Media Kesehat Masy Indones. 2020;19(4):246–54.
12. Amanda BHR, Utami NP. Hubungan Status Anemia, Status Gizi, Dan Faktor Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan. ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan),. 2025;10(1):11–21.
13. Asrullah M, Maula AW, Frans SO, Dewi SL, L’Hoir M, Feskens EJM MBA. Sleep Quality, Depression, and the Risk of Anaemia in Adolescents Aged 10-19 Years During One Year of the COVID-19 Pandemic in Indonesia. Stress Heal. 2025;41(3):e70046.
14. Pibriyanti K, Safitri DII, Damayant AY, Mufidah I, Luthfiya L, Arifah DA. Correlation of Sleep Quality and Diet Quality with Hemoglobin Levels in Adolescent Girls. Amerta Nutr. 2025;9(3):486–95.
15. Yunanci S, Risma R, Masrif M, Mulianingsih M. A Literature Review of the Relation Between Iron Deficiency Anaemia, Physical Activity and Cognitive Function in Adolescent Girls. Scr Med. 2023;54(4):405–12.
16. Yuliawati D, Putri VN, Salsabila SC. Pengaruh Anemia terhadap Kesehatan Mental pada Remaja Gen Z Poltekkes Kemenkes Malang. J Stud Keperawatan. 2024;5(2):1–4.
17. Sappenfield O, Alberto C, Minnaert J, Donney J, Lebrun-Harris L, Ghandour R. Adolescent Mental and Behavioral Health 2023. In: National Survey of Children’s Health Data Briefs [Internet]. Rockville (MD): Health Resources and Services Administration; 2024.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Khairunnisa Batubara, Afrizal Hasan, Wahyu Agustina, Naila Khalis, Salsa Billa, M. Hafinawa Husaini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.