Pengaruh Terapi Bermain Lego terhadap Interaksi Sosial pada Anak Autisme di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Pangkal Pinang
DOI:
https://doi.org/10.32922/jkp.v13i2.1298Kata Kunci:
Autis, Interkasi Sosial, Terapi BermainAbstrak
Latar belakang: Anak dengan autisme umumnya mengalami hambatan dalam menjalin interaksi sosial. Terapi bermain LEGO merupakan salah satu bentuk aktivitas bermain yang menekankan kerja sama, saling membantu, dan dukungan antarindividu. Penerapan terapi bermain LEGO pada anak autisme diharapkan dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi bermain LEGO terhadap interaksi sosial anak dengan autisme di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Pangkalpinang
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan pendekatan pre-test dan post-test group design. Kriteria inklusi meliputi anak usia 7–12 tahun yang bersekolah di SLB, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, mampu berkomunikasi, serta memiliki diagnosis autisme. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 10 anak. Pengukuran interaksi sosial dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain LEGO. Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil: Hasil analisis menggunakan uji paired t-test pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi bermain LEGO berpengaruh terhadap peningkatan interaksi sosial pada anak autisme yang mengalami hambatan interaksi sosial.
Kesimpulan: Terapi bermain LEGO memberikan pengaruh terhadap peningkatan interaksi sosial anak autisme di SLB Kota Pangkalpinang. Dengan demikian, terapi bermain LEGO direkomendasikan sebagai salah satu intervensi yang efektif untuk anak SLB yang mengalami hambatan interaksi sosial.
Referensi
1. Purwanto CV, Psi S, Sukamto ME, Si M. Modul: Autisme dan ADHD. Fakultas Psikologi Univ. Surabaya, 2021.
2. https://www.unicef.org/documents/global-report-children-developmental-disabilities. Global report on children with developmental disabilities. 2022.
3. Herlina RS. Melatihkan Keterampilan Sosial Pada Anak Dengan Autisme Buku Panduan Untuk Orang Tua. Fakultas Pendidikan, Univ. Indonesia, 2018.
4. Oktari S, Herik E, Hidayati I, Rifandi A, Susanti M, Izaac FA, et al. Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Eureka Media Aksara, 2023.
5. Hayati FN, Samawi A. Permainan Lego untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Autis. J ORTOPEDAGOGIA, Vol 3 NOMOR 1 JULI 2017 30-35. 2017;3:4–6.
6. Lestari SI, Islam P, Usia A, Medan UA washliyah U, Islam P, Usia A. Perilaku Anak Autis : Perkembangan dan Penangan. Indones J Early Child J Dunia Anak Usia Dini Vol. 2023;5:150–5.
7. Pratiwi PD, Pranata DA, Ayuningtyas G, Azzahra P. DETERMINAN KEJADIAN ANAK AUTIS BASED ON SYSTEMATIC REVIEW. Nurs Sci J. 2023;4:183–97.
8. Dewi Khalimatul Mursyidah, Rosichin Mansur MSF. ANALISIS KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DIKELAS INKLUSI SEKOLAH DASAR ISLAMIC GLOBAL SCHOOL BANDUNGREJOSARI MALANG. VICRATINA J Pendidik Islam Vol 4 Nomor 8 Tahun 2019. 2019;4:1–7.
9. Mulyani S, Musfiroh M, Heru U. Efektifitas Terapi Bermain Terhadap Perkembangan Komunikasi dan Sosial Pada Anak Autis The Effectivity of Playing Therapy on Communication and Social Development on Autistic Children. PLACENTUM J Ilm Kesehat dan Apl Vol 9(2) 2021 Ef. 2021;9(2):62–7.
10. Tahsa OA, Ekawati YN. DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP ANAK AUTIS DALAM MENJALANI PROGRAM TERAPI DI PUSAT LAYANAN AUTIS PROVINSI JAMBI. J Psikol Jambi. 2021;06(02):41–51.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.