POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PELAWAN MERAH (Tristaniopsis merguensis Griff.)

Authors

  • Auronita Puspa Pratiwi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32922/jkp.v7i1.79

Keywords:

Antibakteri, Daun Pelawan Merah

Abstract

Daun Pelawan Merah dikenal masyarakat sebagai tumbuhan yang dimanfaatkan untuk obat tradisional diare. Diduga kandungan fitokimianya berpotensi sebagai bahan alami antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi daun Pelawan Merah sebagai antibakteri. Ekstrak dibuat dengan 3 pelarut, yaitu etanol, etil asetat dan n-heksana. Pengujian dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap 3 bakteri yaitu Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus subtilis. Aktivitas antibakteri diketahui melalui pengukuran diameter zona hambat yang terbentuk pada media bakteri setelah diberi perlakuan dan diinkubasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak n-Heksana memiliki daya hambat lemah terhadap S.aureus dan B.subtilis. Ekstrak etanol menunjukkan daya hambat lemah hingga sedang terhadap S.aureus, sedangkan pada E.coli dan B.subtilis tampak adanya daya hambat sedang. Ekstrak etil asetat menunjukkan daya hambat sedang terhadap E.coli, dan daya hambat lemah hingga kuat terhadap B.subtilis dan S.aureus.

References

Panagan, A.T dan N.Syarif. 2009. Uji Daya Hambat Asap Cair Hasil Pirolisis Kayu Pelawan (Tristania abavata) terhadap Bakteri Escherichia coli. Jurnal Penelitian Sains.0912-06: 30-32

Sartika, D. 2013. Uji In Vitro Tanaman Potensial Antiurolithiasis. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Riau. Pekanbaru

Vivi, R. 2017. Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Kulit Batang Tumbuhan Tristaniopsis merguensis Griff. Skripsi. Universitas Andalas, Padang.

Downloads

Additional Files

Published

2019-10-17

Citation Check