Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Kabupaten Bangka

Authors

  • Monia Agni Wiyatami Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang, Indonesia
  • Lana Sari Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32922/jkp.v13i2.1301

Keywords:

Obat Anti Tuberkulosis, Puskesmas, Tingkat Kepatuhan

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk Kabupaten Bangka. Pengobatan TB memerlukan kepatuhan yang baik, khususnya dalam konsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Lamanya durasi terapi OAT yang memerlukan waktu minimal enam bulan menyebabkan pasien TB paru rentan mengalami kejenuhan dan berpotensi menghentikan pengobatan sebelum selesai.

Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Kabupaten Bangka.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non random sampling yaitu total sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur Tingkat kepatuhan berupa kuesioner MARS-5.

Hasil: Tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Kabupaten bangka menunjukkan 100% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi.

Kesimpulan: Tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas sungailiat kabupaten bangka yang tergolong tinggi mengindikasikan keberhasilan implementasi strategi DOTS.

Author Biography

Monia Agni Wiyatami, Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang

FARMASI

References

1. WHO. Global Tuberculosis Report 2023. Departement Esential Drugs Med Policy World Health Organ Geneva. 2023;

2. Kemenkes RI. Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022. Jakarta; 2023.

3. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Profil Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bangka Belitung. :2023.

4. Rosnaini, Fajrianti G, Asmaruddin MF. Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Peserta BPJS Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Tahun 2023. Masker Med. 2024 June 18;12(1):129–40.

5. Puskesmas Sungailiat. Puskesmas Sungailiat Kabupaten Bangka Report Tuberkulosis Tahun 2022-2024. Sungailiat. 2025;

6. Jatiningtyas, Murtisiwi L, Adiningsih R. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Penderita Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta. J Kesehat Kartika. 2022 Aug 8;17(2):1.

7. Susilo R, Maftuhah A, Hidayati NR. Kepatuhan Pasien TB Paru Terhadap Penggunaan Obat TB Paru di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2017. Med Sains J Ilm Kefarmasian. 2018 Mar 31;2(2):83–8.

8. Sunarmi S, Kurniawaty K. Hubungan Karakteristik Pasien TB Paru Dengan Kejadian Tuberkulosis. J Aisyiyah Med [Internet]. 2022 [cited 2025 Nov 12];7(2). Available from: https://jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/JAM/article/view/865

9. Amalia NR, Basuki DR, Kusumawinakhyu T, Purbowati MR. Pengaruh Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Pasien TB Paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Purwokerto. Herb-Med J Terbit Berk Ilm Herb Kedokt Dan Kesehat. 2021 Mar 27;4(1):28–35.

10. Sutrisna M, Elsi Rahmadani. Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan TB MDR. Sehat Rakyat J Kesehat Masy. 2022 Nov 29;1(4):370–6.

11. Dewi NPAN, Susilawati NM. Hubungan Pekerjaan dan Pendidikan dengan Kejadian TB Paru di Kota Kupang. Inov Kesehat Glob. 2024 Nov 30;1(4):139–48.

12. Kaban R. Gambaran Karakteristik Pasien TB Paru di Ruangan Internis Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Januari-Desember Tahun 2018. [Medan]: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth; 2019.

13. Dewantoro A, Imansari ANR, Fadhila A. Tingkat Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Pada Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Cipayung Kota Depok. Pharm Sci J. 2022 Oct 21;2(2):20–31.

14. Mawarti H, Asumta MZ, Annisa F. Tingkat Pengetahuan dan Lama Menderita TB Berhubungan Dengan Motivasi Sembuh Pasien TB di Poli Paru Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. J Ilmu Kesehat. 2024 May 22;12(2):178–87.

15. Utami NLPS. Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru di Instalasi Rawat Jalan Poli Paru RS TK.II Udayana Denpasar. J Ilm Mahaganesha. 2021;X.

16. Anggiani S, Safariyah E, Novryanthi D. Hubungan Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor. J Public Health Innov. 2023 Dec 1;4(1):84–92.

17. Saputra HL, Yulendasari R, Kusumaningsih D. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) pada pasien tuberkulosis paru. Holistik J Kesehat. 2022 Oct 19;16(6):516–28.

18. Janan M. Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Peningkatan Prevalensi Kejadian TB MDR di Kabupaten Brebes Tahun 2011-2017. J Kebijak Kesehat Indones. 2019;08(02):64–70.

19. Mashidayanti A, Nurlely N, Kartinah N. Faktor Risiko Yang Berpengaruh Pada Kejadian Tuberkulosis dengan Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Ulin Banjarmasin. J Pharmascience. 2020 Oct 31;7(2):139.

20. Mihani J, Burazeri G, Dyrmishi E, Draçini X, Todd R, Horne R, et al. Validity and reliability of Medication Adherence Report Scale (MARS-5) in a Southeastern European population. J Pharm Policy Pract. 2025;18(1):2525359.

Downloads

Published

2025-12-31

Citation Check