Gambaran Kadar HbA1c Pada Penderita Diabetes Mellitus dengan Luka Diabetikum di Kota Bengkulu

Authors

  • Aufa Yori Dwi Ananta Prodi D-III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Heru Laksono Prodi D-III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
  • Tedy Febriyanto Prodi D-III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32922/jkp.v13i2.1284

Keywords:

Diabetes Mellitus, Hemoglobin Terglikasi, Ulkus Diabetikum

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, salah satunya luka diabetikum. Kadar HbA1c yaitu indikator penting dalam menilai kontrol glukosa jangka panjang pada penderita DM. Kadar HbA1c yang tidak dikontrol dapat memperlambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko komplikasi.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai gambaran kadar HbA1c pada penderita diabetes mellitus dengan luka diabetikum di Praktek Keperawatan Medikal Bedah Alfacare Centre Kota Bengkulu Tahun 2025.

Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif, teknik total sampling digunakan sebagai metode pemilihan sampel terhadap 30 penderita DM dengan luka diabetikum. Data diperoleh melalui pemeriksaan HbA1c dan wawancara terkait karakteristik responden seperti usia, lama menderita dan kepatuhan minum obat DM. Data dianalisis secara deskriptif menggunanakan distribusi frekuensi, persentase serta penyajian data dalam bentuk tabel.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebagian besar responden (80%) memiliki kadar HbA1c ≥ 7% (tidak terkontrol). Sebagian besar responden berusia ≥ 50 tahun (93,3%), menderita DM selama ≥ 5 tahun (73,3%), dan patuh minum obat (80%).

Kesimpulan: Sebagian besar penderita diabetes mellitus dengan luka diabetikum memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol (≥7%).

References

1. Pangestika H, Ekawati D, Murni NS. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2. J ’Aisyiyah Med. 2022;7(1):132–50.

2. Guyanto M. Mari Kenali Diabetes Melitus [Internet]. 2024. Available from: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3175/mari-kenali-diabetes-melitus

3. WHO. World Health Organization. 2023. Diabetes.

4. WHO. Global Report on Diabetes [Internet]. 2016. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789241565257

5. WHO. Diabetes [Internet]. 2024. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

6. IDF. International Diabetes Federation. 2021. Diabetes Around the World in 2021.

7. SKI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Survei Kesehatan Indonesia. Indonesia; 2023.

8. Dinkes Kota. Profil 2022. Dinas kesehatan Kota Bengkulu. Bengkulu; 2022.

9. Sambas. PLanet Merdeka. 2025 [cited 2026 Feb 9]. Ribuan Warga Kota Bengkulu Idap Diabetes: Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Penyebab Utama. Available from: https://planet.merdeka.com/hot-news/ribuan-warga-kota-bengkulu-idap-diabetes-gaya-hidup-tidak-sehat-jadi-penyebab-utama-291667-mvk.html

10. Juwariah T, Priyanto A. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Kekambuhan Luka Diabetik. J Ners dan Kebidanan (Journal Ners Midwifery). 2018;5(3):233–40.

11. Marbun AS, Aryani N, Sinurat LRE. Hubungan Pengetahuan Tentang Ulkus Diabetikum Dengan Tindakan Pencegahan Pada Penderita Diabetes Melitus. J Heal Reprod. 2021;6(2):78–86.

12. Roza RL, Afriant R, Edward Z. Faktor Risiko Terjadinya Ulkus Diabetikum pada Pasien Diabetes Mellitus yang Dirawat Jalan dan Inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang. J Kesehat Andalas. 2015;4(1).

13. Sartika F, Hestiani N. Kadar HbA1c pada Pasien Wanita Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rsud Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Borneo J Med Lab Technol. 2019;2(1).

14. Amran P, Rahman. Ensiklopedia Keperawatan Edisi Bahasa Indonesia. J Media Anal Kesehat. 2018;9(2):149–55.

15. Prasetyani D, Martiningsih D. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Neuropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Viva Med J Kesehatan, Kebidanan, dan Keperawatan. 2019;12(1):40–9.

16. WHO. Use of glycated haemoglobin (HbA1c) in the diagnosis of diabetes mellitus. National Library of Medicine. 2011.

17. Umami RT, Angraini H, Nuroini F, Semarang UM. Hubungan Kadar Glukosa Darah dengan HbA1c pada Ulkus Diabetikum. J Kesehat. 2018;1:297–301.

18. Abubakar R. Pengantar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: SUKA-Press; 2021. 6 p.

19. Adiputra IMS, Trisnadewi NW, Oktaviani NPW, Munthe SA. Metodologi Penelitian Kesehatan. Watrianthos R, Simarmata J, editors. Denpasar: Yayasan Kita Menulis; 2021. 149 p.

20. Ayu NMD, Supono, Rahmawati I. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. J Keperawatan dan Kesehat Masy Cendekia Utama. 2022;11(2).

21. Detty AU, Fitriyani N, Prasetya T, Florentina B. Karakteristik Ulkus Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2020;11(1):258–64.

22. Listyarini AD, Budi IS, Assifah Z. Gambaran Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Lansia Diabetes Mellitus Di Desa Sambung Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. J Kesehat dan Kedokt. 2022;1(2).

23. Hidhayah DA, Kamal S, Hidayah N. Hubungan lama sakit dengan kejadian luka pada penderita Diabetes Melitus di Kabupaten Magelang. Borobudur Nurs Rev. 2021;1(1):1–11.

24. Anshari AF, Ichsan B, Cholisoh Z. Hubungan Kepatuhan Minum Obat terhadap HbA1C dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes di RSI Purwodadi. JPSCR J Pharm Sci Clin Res. 2023;8(3):317–28.

25. Mpila DA, Wiyono WI, Lolo WA. Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Imanuel Manado. Med Scope J. 2023;6(1):116–23.

26. Maidina TS, Djallalluddin, Yasmina A. Hubungan kadar hbA1c dengan kejadian kaki diabetik pada pasien diabetes mellitus di RSUD Ulin Banjarmasin april-september 2012. Berk Kedokt. 2013;9(2):211–7.

27. Sihombing JR, Margareta E. Analisa Kadar HbA1c Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Martha Friska Multatuli. Sari Mutiara. 2019;1–7.

Downloads

Published

2025-12-31

Citation Check