ASI Eksklusif sebagai Faktor Protektif terhadap Insidensi Diare pada Bayi
DOI:
https://doi.org/10.32922/jkp.v13i2.1112Keywords:
ASI Eksklusif, Bayi Usia 6-12 Bulan, Diare pada Bayi, Kesehatan Bayi, Pemberian ASIAbstract
Latar Belakang: Nutrisi alamiah terbaik yang dapat orang tua berikan kepada bayi ialah Air Susu Ibu (ASI). ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan penuh tanpa memberikan makanan tambahan apapun. Banyak manfaat dari pemberian ASI Ekslusif terhadap bayi, salah satunya adalah mencegah insiden diare pada bayi.
Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan tehadap insiden diare di puskesmas Burneh, Kabupaten Bangkalan Madura.
Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan cara Probability Sampling secara purposive sampling. Besar sampel sebanyak 108 orang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu orang tua atau wali bayi yang telah menandatangani informed consent, bisa baca tulis, dan memiliki bayi usia 6-12 bulan. Sedangkan, kriteria eksklusi yaitu bayi yang mengalami keracunan makanan, khususnya yang sudah MP-ASI, bayi yang mengalami alergi makanan atau obat-obatan tertentu, dan mengalami intoleransi susu sapi. Variabel bebas adalah penerapan ASI eksklusif dan variabel terikat adalah insiden diare pada bayi. Analisa penelitian dengan Uji Fisher Exact Test.
Hasil: Peneltian ini menunjukkan bayi yang diberikan ASI Eksklusif hampir seluruhnya tidak mengalami diare sebanyak 86 responden (95,6%) dengan nilai p-value 0,001 (<0,05).
Kesimpulan: ASI Eksklusif dapat menjadi faktor protektif terhadap insiden diare pada bayi usia 6-12 bulan. Sehingga, dibutuhkan edukasi secara teratur tentang pemberian ASI eksklusif guna meningkatkan kesehatan bayi.
References
1. Mintaningtyas SI, Isnaini YS. Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI Eksklusif: Penerbit NEM; 2022.
2. Siregar S, Ritonga SH. Hubungan pemberian asi eksklusif dengan pertumbuhan berat badan bayi 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas padangmatinggi kota padangsidimpuan tahun 2018. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal). 2020;5(1):35-43.
3. Wahyuni L, Putri IK. Hubungan Pemberian Mp-Asi Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Dengan Terjadinya Diare Di Desa Pacet Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2017;4(1):1-4.
4. IDAI. Air Susu Ibu dan Menyusui. Jakarta: IDAI. 2018.
5. Jatim D. Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2021. 2021:1-149.
6. Salamah U, Prasetya PH. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan ibu dalam pemberian asi eksklusif. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati). 2019;5(3):199-204.
7. Darmayanti PAR, Armayanti LY. The differences between gross motor, fine motor and language development on toddler based on the age of breast milk weaning. International Journal of Health and Medical Sciences. 2020;3(1):123-9.
8. Rusyda F, Ronoatmodjo S. The Relationship between Exclusive Breastfeeding and Diarrhea in Under Six Months Infants in 2017 (Analysis of Indonesian Health Demography Data Survey 2017). Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas. 2021;6(2):333-40.
9. Lamberti LM, Fischer Walker CL, Noiman A, Victora C, Black RE. Breastfeeding and the risk for diarrhea morbidity and mortality. BMC public health. 2011;11(Suppl 3):S15.
10. DP GOB, Duarsa DP, Pinatih GNI, Ariastuti LP. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Terhadap Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Puskesmas Denpasar Barat Ii. Jurnal Biomedik: Jbm. 2020;12(1).
11. Darmayanti PAR, Armayanti LY. Perbedaan status gizi balita berdasarkan usia penyapihan asi di tpa wilayah Denpasar Selatan. Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA. 2021;11(1):41-9.
12. Sutomo O, Sukaedah E, Iswanti T. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Cibadak Kabupaten Lebak tahun 2019. Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan). 2020;7(2):403-10.
13. Kemenkes RI. Pedoman Bagi Ibu Hamil, Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Kemenkes RI. 2022.
14. Tatar NKSS, Parwati NWM, Darmayanti PAR, editors. Studi Deskriptif: Faktor Faktor yang Terkait dengan Pemberian MP-ASI Dini pada Bayi di UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati; 2024.
15. Wardani NLPD, Rismawan M, Darmayanti PAR. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dan Perilaku Merokok Keluarga Dengan Kejadian Pneumonia Balita. Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat. 2022;7(1):13-9.
16. Agussafutri WD, Darmayanti PAR, Keb ST, Magasida D, Siregar BGG. Buku Ajar Bayi Baru Lahir DIII Kebidanan Jilid II: Mahakarya Citra Utama Group; 2022.
17. Tamimi MA, Jurnalis YD, Sulastri D. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi di wilayah Puskesmas Nanggalo Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2016;5(1).
18. Anggraini D, Kumala O. Diare Pada Anak. Scientific Journal, 1 (4), 309–317. 2022.
19. Sinaga EW, Lubis R, Lubis Z. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare di Puskesmas Pulo Brayan. 2018.
20. Quigley MA, Kelly YJ, Sacker A. Breastfeeding and hospitalization for diarrheal and respiratory infection in the United Kingdom Millennium Cohort Study. Pediatrics. 2007;119(4):e837-e42.
21. Suyanto M. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Diare Pada Balita Di Puskesmas Kesugihan I. NERSMID: Jurnal Keperawatan dan Kebidanan. 2024;7(2):157-67.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.